Berjuang untuk Nasib Olahragawan

Berjuang untuk Nasib OlahragawanBersama Ade Ray, Jo Rumeser, Rudy Hartono, Joy Anton Sanjoyo berjuang utk kesejahteraan olahragawan Indonesia

http://sports.okezone.com/read/2011/06/13/43/467807/yoi-siap-bantu-atlet-mantan-atlet

YOI Siap Bantu Atlet & Mantan Atlet

JAKARTA – Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) telah bergulir. YOI menyiapkan program untuk membantu mantan atlet atau atlet Indonesia yang berprestasi.

Ellyas Pical jadi juara dunia pertama pada 1985. Pical yang tidak sempat lulus sekolah dasar ini mengharumkan Indonesia di setiap pertandingan-pertandingan dunia yang dilakukan. Akurasi pukulan yang terjaga dan nyali besarnya untuk merah putih, tak lantas membuat hidup Pical berjaya, dimasa pensiun.

Masih banyak mantan olahragawan Indonesia yang senasib dengannya, seperti: Tati Sumirah (bulu tangkis), Sukarnah (lempar lembing), Martha Kase (atletik), dll. Persiapan mental para olahragawan untuk jadi juara dimasa produktif, tidaklah sebanding (minim) dengan persiapan mereka menata masa pensiun. Pengamat olahraga Anton Sanjoyo mengemukakan: “Anggaran yang dikucurkan APBN lewat kementerian pemuda dan olahraga tidak pernah lebih dari 1 persen sejak 1995”.

“Sangat diperlukan dukungan pihak swasta seperti Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI), yang mau membantu pemerintah memberikan bantuan pendanaan, baik pada atlet yang masih berprestasi, maupun mantan atlet yang hidupnya kurang layak”, demikian lanjut Anton Sanjoyo, dalam diskusi olahraga, yang juga dihadiri oleh Rudy Hartono (Dewan Pengawas Yayasan Olahragawan Indonesia), JO Rumeser (Psikolog – Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara / BINUS), dan Ade Rai (Mantan atlet binaraga) di Senayan, Jakarta.

Rudy Hartono dari Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) menekankan: “Pentingnya partisipasi dan pemberdayaan bagi para olahragawan sehingga bantuan (pengobatan, beasiswa pendidikan, penghargaan lain atas jasa olahragawan) yang diberikan dapat menginspirasi elemen masyarakat lain untuk memberikan kontribusi yang lebih luas, sistematis dan menimbulkan efek-ganda”.

“Sekarang ini, banyak pahlawan olahraga yang dulunya berjasa mengharumkan nama bangsa, tetapi hidupnya cukup memprihatinkan”. “Pemberdayaan perlu dilakukan agar kualitas kehidupan mereka menjadi layak dengan kemandirian ekonomi”. Masyarakat kita harus mendukung mantan olahragawan, demi kemajuan olahraga Indonesia,” jelas Rudy Hartono, selaku Dewan Pengawas YOI.

”Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI), yang berinisiatif sudah mempunyai beberapa program untuk membantu para mantan atlet yang kurang mampu, juga atlet-atlet yang berprestasi, dan turut mendukung prestasi olahragawan yang membela nama Negara”, lanjut Rudy Hartono dalam rilis yang didapat Okezone, Senin (13/6/2011).

”Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI), dijalankan secara transparan, dengan program nyata yang akan membantu pembinaan atlet dan mantan atlet, untuk kehidupan atlet dan mantan atlet yang lebih layak”, demikian jelas Rudy Hartono.

(hmr)