Dahlan Iskan Puas dengan Kinerja Optimal Waskita Karya di  Proyek Jalan Tol Benoa Bali

Dahlan Iskan Puas dengan Kinerja Optimal Waskita Karya di Proyek Jalan Tol Benoa Bali

Jakarta — PT. Waskita Karya, perusahaan konstruksi milik negara, mengerjakan proyek pembangunan jalan tol pertama di Bali, yakni jalan tol Nusa Dua–Ngurah Rai–Benoa senilai 773 milyar. Dalam pengerjaan proyek ini, PT. Waskita Karya dipercaya oleh PT. Jasamarga Bali Tol –sebagai pihak pengadaan proyek- untuk mengerjakan paket 2 (dua) dan 4 (empat).

Saat ini, proses pembangunan untuk paket dua telah mencapai 50% dan paket empat 78%. Ini menunjukkan perkembangan pesat dari pihak PT. Waskita Karya yang memprediksi penyelesaian proyek jalan tol ini di bulan April 2013.

“Kami sangat senang dengan progres yang dicapai dalam pembangunan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa ini. Perkembangan yang terjadi telah melebihi target yang kami tetapkan”. “Kami harapkan pengerjaan proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu atau bahkan lebih cepat dari yang ditenggatkan agar dapat segera bermanfaat bagi masyarakat Bali.” kata M. Choliq, Direktur Utama Waskita Karya.

Dahlan Iskan, Menteri BUMN juga menyatakan kepuasaannya terhadap hasil yang dicapai dalam pembangunan jalan tol ini. “Saya puas dengan kinerja optimal yang telah diberikan dalam proses pembangunan jalan tol ini, semoga ke depannya, jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa ini dapat mengatasi kemacetan di Bali”, kata Dahlan Iskan. 

Kedua paket yang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya adalah paket dua di area Benoa yang berada di atas laut dangkal dengan jumlah titik pemancangan sebanyak 3,048 titik sepanjang 2,4 kilometer dan paket empat dengan jumlah titik pemancangan sebanyak 3,641 titik yang mencakup Simpang Susun Benoa sepanjang 2,2 kilometer.

PT. Waskita Karya merupakan perusahaan konstruksi milik negara dan telah beroperasi sejak tahun 1961. PT. Waskita Karya memegang peranan penting dalam pembangunan di Indonesia antara lain proyek yang sedang ditangani: pembangunan jalan tol Nusa Dua Bali, Bandara Kualanamu di Medan, Hotel Sahid Kuta di Bali, proyek terminal selatan Bandara Juanda, Surabaya, dan yang lainnya. Selain di dalam negeri, PT. Waskita Karya juga telah dipercayakan untuk mengerjakan pembangunan di luar negeri seperti di Arab Saudi.

Pembangunan jalan tol pertama di Bali juga merupakan salah satu proyek besar yang ditangani oleh PT. Waskita Karya. Diharapkan, pembangunan jalan tol ini dapat meningkatkan kelancaran dalam lalu lintas di Bali yang sampai saat ini menghadapi kemacetan khususnya di kawasan wisata Bali.

Pertumbuhan angkutan pribadi yang tidak terkendali seperti kendaraan roda empat yang mencapat 35 unit per hari dan arus pergerakan wisatawan dari tempat wisata satu ke yang lainnya turut memicu kemacetan yang terjadi di kawasan Bali. 

“Kemacetan yang terjadi di Bali semakin parah. Untuk itu, perlu adanya perbaikan infrastruksur jalan yang dapat mengurai kemacetan. Kami, pemerintah provinsi dan kabupaten Badung serta Denpasar mendukung proyek pembangunan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa ini. Kedepannya, kami harapkan proyek-proyek pembangunan dapat melibatkan pemerintah setempat, seperti pada pembangunan jalan tol kali ini.” kata I Made Mangku Pastika, Gubernur Bali. 

Lebih lanjut, pembangunan jalan tol ini diharapkan juga dapat turut menunjang pelaksanaan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) tahun 2013 di Bali. Hal ini mengingat Bali sebagai tuan rumah perhelatan besar tersebut. 

Ke depannya, dengan adanya kepercayaan dari publik sebagai salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia, PT. Waskita Karya selalu berusaha untuk menjadi perusahaan yang terbaik pada bidangnya dengan memprioritaskan pada kualitas pembangunan dan kinerja yang baik.