YOI Media Talkshow : Bangkitkan Indonesia Juara

Jakarta – Prestasi olahraga Indonesia kian merosot di mata dunia. Antusiasme masyarakat Indonesia pun kian meredup. Jika hal ini terus berlanjut dan tidak ada upaya dari berbagai pihak yang terkait –termasuk masyarakat Indonesia-, maka olahraga di Indonesia akan mengalami kemunduran, begitu juga dengan eksistensi bangsa.

“Olahraga turut andil dalam mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia di mata internasional, untuk itu perlu kita dukung olahraga Indonesia, dengan menggalang semangat bersama semua masyarakat agar atlet memiliki semangat nasionalisme yang tinggi untuk mencapai prestasi terbaik”, demikian dikatakan Tommy Firman (Sekjend Masyarakat Olahraga Indonesia / MOI) pada diskusi olahraga di Senayan, Rabu 28 September 2011.

“Memang peranan Pemerintah saja tidak cukup, perlu kita dorong juga peran pihak swasta dan perusahaan-perusahaan BUMN untuk membantu menggalang dana yang mendukung prestasi olahraga atlet, maupun mantan atlet yang kehidupannya masih sangat memprihatinkan”, jelas Tommy

Tommy menambahkan; “Sang Saka Merah Putih dan dikumandangkannya lagu kebangsaan Indonesia Raya ketika para Jawara Olahraga Indonesia berhasil merebut medali emas pada berbagai kejuaraan, semangat ini perlu ditanamkan kepada atlet kita, agar atlet kita memiliki semangat juang yang tinggi untuk merebut kembali Indonesia Juara, terutama menjelang Sea Games yang akan datang ini”.

Sementara itu di tempat yang sama, Eduard Nabunome (mantan pelari marathon) mengatakan: “memang melihat prestasi olahraga Indonesia terakhir ini sangat memprihatinkan, dulu Thailand, Malaysia, Philipina, sangat jauh di bawah Indonesia, tetapi saat ini, keadaan terbalik, kita sudah dianggap bukan saingan yang berat lagi bagi negara-negara tersebut”.

“Sangat diperlukan pembinaan mental untuk para atlet, mental untuk menjadi juara, tidak hanya karena iming-iming bonus semata, tetapi semangat untuk dapat mengibarkan bendera Merah Putih, dan berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya di ajang Internasional”, kata Eduard.

Eduard mengisahkan: “awalnya dulu, saya sangat semangat dari kampung jadi atlet masa SMP, hanya ingin melihat Ibu Kota Jakarta, dan saya tidak pernah memikirkan bonus, yang ada di jiwa saya saat itu adalah, bagaimana saya berlari untuk menciptakan rekor waktu terbaik”.

“Mantan atlet sebaiknya dilibatkan sebagai pendamping pelatih yang sudah ada, karena mantan atlet akan dapat berbagi pengalaman untuk lebih memotivasi atlet yang sekarang ini untuk dapat mengukir prestasi terbaiknya, dan di satu sisi, mantan atlet jadi mempunyai pekerjaan yang masih sesuai dengan keahliannya untuk kehidupannya yang lebih baik di masa pensiunnya”, kata Eduard. Lanjut Eduard: “mantan atlet yang bagus memang belum tentu bisa melahirkan atlet yang bagus juga, tetapi mantan atlet yang bagus, pasti dapat berbagi pengalaman yang bagus”.

Unjuk gigi olahragawan Indonesia yang membuahkan hasil tersebut menjadi salah satu potret eksistensitas bangsa, dan saat ini, olahragalah yang bisa mempersatukan bangsa ini. Nama Bangsa Indonesia dikenal di dunia, khususnya dalam bidang olahraga, apalagi jika Indonesia berhasil menjadi jawara pada perhelatan olahraga bergengsi dunia, seperti SEA Games yang akan datang.

Baik Tommy maupun Eduard, mengharapkan adanya bantuan dari pihak swasta untuk bisa mendorong prestasi olahraga di Indonesia, dan yang memberi perhatian yang cukup untuk membantu kehidupan mantan olahragawan yang kehidupannya memprihatinkan di masa tuanya. Saat ini, kurang lebih 3000 mantan olahragawan yang kehidupan masa tuanya kurang sejahtera.

Pembenahan perlu dilakukan di setiap elemen dalam olahraga; prestasi olahragawan, kehidupan mantan olahragawan di masa tua, bahkan sarana dan prasarana olahraga di Indonesia. Pembinaan intensif, baik teknis maupun mental perlu dilakukan bagi para olahragawan agar mereka dapat tetap menjaga bahkan meraih prestasi gemilang,

“Mantan olahragawan yang kehidupan masa pensiunnya memprihatinkanpun perlu diberdayakan untuk kemajuan olahraga di Indonesia. mereka dapat menjadi pelatih, sehingga dapat menurunkan apa yang didapat dari pengalaman berkarir di dunia olahraga, dan di lain sisi, mereka juga dapat diberikan pembinaan dan kesempatan untuk sukses di bidang lain”, demikian tambah Eduard.

Peran pihak swasta yang perduli akan prestasi olahragawan dan kehidupan mantan atlet yang memprihatinkan seperti Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI), sangat dibutuhkan, dan bisa menjadi motivasi bagi pihak , demi bangkitnya olahraga Indonesia.

Tommy dan Eduard menghimbau masyarakat Indonesia, “marilah bersama-sama membangun olahraga Indonesia, untuk Indonesia Juara”.