YOI Media Talkshow : Terobosan Baru, Pendanaan Yayasan Olahragawan Indonesia

JakartaMantan olahragawan Indonesia berhasil menaklukkan lapangan hijau tetapi harus tunduk dengan kelamnya kehidupan. Keadaan ini mendorong berdirinya beberapa yayasan, namun, masalah pendanaan menggoyangkan eksistansi mereka. Biasanya pendanaan beberapa yayasan berasal dari sumbangan donatur ataupun bantuan asing, yang tidak jarang pula hanya untuk beberapa tahun saja.

“Berbicara mengenai olahraga di Indonesia, maka banyak pihak yang terlibat di dalamnya, diantaranya pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, yayasan, federasi, pengelola sarana, para olahragawan dan mantan olahragawan, komunitas olahraga bahkan masyarakat Indonesia sendiri, hal ini menunjukkan bahwa apa yang menjadi kepentingan olahraga di Indonesia juga merupakan kepentingan masyarakat Indonesia”, demikian pernyataan Dirgantoro dari Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) dalam diskusi olahraga di Jakarta, (Kamis, 22 September 2011).

“Untuk tetap bertahan, yayasan tidak cukup hanya mengandalkan pendanaannya hanya dari donatur saja, tetapi harus bisa menciptakan suatu kegiatan yang bisa mendatangkan keuntungan yang dikelola dengan manajemen yang baik, yang digunakan untuk mendanai program YOI membantu mantan atlet”, tambah Dirgantoro.

Lebih lanjut Dirgantoro mengatakan: “Untuk pendanaan, YOI akan bekerjasama dengan Telkomsel menciptakan produk Kartu Prima, yang merupakan kartu perdana dan kartu isi ulang, yang penjualannya langsung ditangani oleh YOI, sebagai kegiatan utama untuk mendanai semua kegiatan yayasan ini”. “Sebagai tanggungjawab kepada masyarakat, YOI sudah menunjuk Kantor Akuntan Publik ternama untuk melakukan audit independen”, demikian Dirgantoro.

Mantan olahragawan seperti Azadin Anhar (tinju) dan Djuhariah (judo) merupakan contoh nyata keironisan nasib olahragawan Indonesia. Mereka hanya sedikit dari banyaknya mantan olahragawan yang mengalami hal serupa.

Kondisi memprihatinkan yang dialami sebagian besar mantan olahragawan Indonesia membakar kepedulian Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI). yang telah mencanangkan program-program sosial yang bertujuan membangun Indonesia Juara; khususnya membantu mantan olahragawan. Program-program itu berupa bantuan dana, pemberian asuransi kesehatan maupun pendidikan, pembinaan, dan masih banyak lagi.

Sementara itu, di tempat yang sama Radja Nasution (Pelatih renang) mengatakan: “yayasan seperti YOI ini perlu kita dukung, dan kita monitor bersama, supaya semua programnya dipastikan berjalan sesuai dengan aturan yang ada”.  “Bisa saja YOI membuat kegiatan yang sifatnya penggalangan dana, dengan meminta para pengusaha sebagai donatur”, tambah Radja Nasution.

“Diharapkan program YOI terus berjalan berkesinambungan, jangan hanya sementara saja, dan bantuan kepada mantan atlet tidak hanya bantuan materi saja, tetapi perlu bantuan pembinaan keahlian mantan atlet , agar mantan atlet bisa mandiri”, jelas Radja.

Toto Prawoto (pengamat olahraga) menagatakan, “bantuan untuk mantan atlet, lebih diarahkan kepada pembinaan, dan bantuan berupa modal untuk usaha kecil, yang nantinya bisa berkembang dan dapat menjadi penopang ekonomi para mantan atlet”. “Yayasan dibentuk dengan tujuan baik, yaitu untuk misi kemanusiaan, program-program sosial yang telah direncanakan harus terlaksana agar bantuan untuk mantan atlet tidak sia-sia”, tambah Toto.

Menurut survei pada tahun 1998 hingga 2000 -yang mencakup lebih dari 450 yayasan dari seluruh Indonesia- mengenai sumber pendanaan kegiatan yayasan menyatakan bahwa:

“Sebanyak 62% yayasan memperoleh dana dari iuran anggota, 54% dari dukungan badan-badan bantuan asing (internasional). Sumber-sumber lainnya dari bantuan pemerintah, badan non-pemerintah dalam negeri, serta sumbangan donatur.”

Kartu Prima milik masyarakat Indonesia. Kartu ini memiliki kampanye sosial dibalik kemunculannya. YOI mendedikasikan 80% hasil dari penjualan Kartu Prima akan diperuntukkan untuk mantan olahragawan yang kehidupan ekonomi rumah tangganya memprihatinkan. Seakan tidak cukup berbagi, Kartu Prima juga merupakan wadah bagi masyarakat Indonesia yang ingin ikut turut serta meringankan beban mantan olahragawan yang kurang beruntung. Semua orang –tanpa terkecuali- dapat membantu secara pribadi.

Hasil penjualan Kartu Prima ini juga menjadi salah satu sumber pendanaan Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI). Tentunya sebagai sebuah yayasan, transparansi dan akuntabiliti sangat penting dan YOI dapat mempertanggungjawabkan semuanya itu.

Mengingat pentingnya program yang dijalankan yayasan, maka sokongan dana juga penting. Proses terlaksananya program harus seimbang dengan sokongan dana.