Menko Kesra Agung Laksono membuka doa bersama bagi bangsa 14.14.14

http://citizen6.liputan6.com/read/827841/doa-menko-kesra-untuk-indonesia

Citizen6, Jakarta: Menko Kesra Agung Laksono membuka doa bersama bagi bangsa dan mendorong masyarakat luas  memanjatkan doa agar bangsa dan Negara Indonesia segera menuju negara yang sejahtera, adil, dan makmur.

Kegiatan yang dihadiri berbagai kalangan dari masyarakat umum, pengusaha, dan juga para musisi seperti Minggus Tahitu, Tina Toon, Jimmy Manoppo ini bertempat di integrity Concention Center (ICC) MGK Kemayoran, Jakarta Barat.

Gerakan ini diinisiasi oleh Jaringan Doa Nasional (JDN) bersama Full Gospel Business Man Fellowship International (FGBMFI) bersama sama dengan Ditjen Bimas Kementerian Agama RI, Aras Nasional seperti KWI, PGI, PGLII, PGPI, PGTI, Bala Keselamatan, Baptis, Advent serta berbagai sinode dan lembaga.

“Tujuan Doa bersama ini adalah untuk mengajak semua masyrakat Indonesia untuk berdoa bagi kesejahteraan bangsa, apalagi dengan rentetan musibah yang terjadi beberapa bulan terakhir; Gunung Sinabung, Banjir Jakarta dan Pulau Jawa, Banjir Bandang Manado hingga hari ini Gunung Kelud. Bangsa ini membutuhkan kekuatan doa dari rakyatnya,” ungkap Tony Mulia, dari Jaringan Doa Nasional pada Momentum Doa Indonesia Baru, Jumat 14 Februari 2014 di Jakarta.

“Selain itu, dengan semakin dekatnya pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, diharapkan dengan kekuatan gerakan doa bersama ini, semua yang diharapkan rakyat Indonesia bagi kesejahteraan dapat terwujud nantinya,”tambahnya.

Lebih lanjut, Tony mengatakan,”Sangat diharapkan sekali semua umat beragama ikut serta dalam gerakan doa bersama ini. Karena semakin banyak yang ikut serta dalam gerakan ini maka cita-cita untuk mewujudkan Indonesia baru dapat segera dilaksanakan dan nantinya Indonesia akan semakin kuat.”

Dicanangkannya pelaksanaan Momentum Gerakan Doa Bersama ini, diawali National Prayer Conference yang dilaksankan pada 5 Mei 2005 dengan digaungkannya tranformasi bangsa serentak di lebih dari 200 kota dan dipusatkan di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.