Waskita Bangun Konstruksi Air Senilai 1,5 Triliun

Waskita Bangun Konstruksi Air Senilai 1,5 Triliun

Jakarta – Perusahaan konstruksi PT Waskita Karya (Pesero) realisasikan pembangunan jembatan, bendungan dan waduk dengan nilai sekitar 1.5 triliun rupiah. Keempat proyek tersebut berlokasi di Jawa Barat, Jawa Tengah NTB dan NAD.

“Tiga dari proyek tersebut dikerjakan melalui kontrak kerjasama operasi (KSO) senilai 870 milyar rupiah dan sisanya, berlokasi di NAD dengan nilai proyek sekitar 570 milyar rupiah dikerjakan Non KSO” ungkap Desi ArryaniDirektur Operasi I Waskita.

Disamping itu, perseroan juga sedang mengerjakan pembangunan jembatan Pedamaran 1 dan II yang berlokasi di Riau dilaksanakan 2 (dua) tahap. Durasi pertama awal Desember 2008 hingga akhir Desember 2011 dan tahap berikutnya mulai Juni 2012.

“Pembangunan Jembatan Pedamaran I dan Jembatan Pedamaran II untuk menghubungkan pulau Pedamaran dan melintasi Sungai Rokan di wilayah Kecamatan Bangko berguna sebagai pendukung jalan lintas pesisir pantai dapat diselesaikan tahun ini” tambah Desi Arryani.

Pembangunan Bendungan Pandanduri sepanjang tiga kilometer dengan kebutuhan areal seluas 430 hektare ini didesain menggunakan sistem high level diversion yang juga mendatangkan air dari wilayah Kabupaten Lombok Barat.

“Proses pembangunannya sejak 29 Juni 2012 dikerjakan bersama Waskita Karya (51%) dan PT Brantas Abipraya (Persero) sejak 29 Juni 2012 dan direncakan selesai pada Juni 2014” jelas Desi.

Bendungan ‘raksasa’ Pandanduri itu berlokasi di tiga desa dalam wilayah Kabupaten Lombok Timur yakni Swangi, Terara dan Santong.

Bendungan itu diperkirakan memiliki daya tampung air sebesar 23 juta kubik dan diharapkan dapat mengairi sawah daerah irigasi sebanyak 10.300 hektare lahan dan juga untuk mencukupi kebutuhan air bersih penduduk di tiga kecamatan dan 17 desa yakni sebanyak 138.106 jiwa.

“Selain itu, juga berguna bagi pengendalian banjir dan pemenuhan kebutuhan air peternakan serta pengembangan wisata lokal” tambahnya.

Proyek pembangunan waduk Jatigede Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan nilai sekitar 447 milyar rupiah, mulai dikerjakan sejak November 2007.

“Waduk berkapasitas 980 juta meter kubik ini, berguna untuk mengendalikan banjir hingga 14 ribu hektar, memenuhi kebutuhan air minum, irigasi, termasuk juga untuk pembangkit listrik. Diharapkan, selesai pada pertengahan 2013” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air baku Kota Semarang Barat sebesar 1.050 meter kubik per detik dan membebaskan kota ini dari banjir rob yang terjadi pada 1990-an di Semarang Barat, PT Waskita Karya menargetkan proyek Waduk Jatibarang, Jawa Tengah, selesai sekitar Januari 2014.

“Nilai proyek yang kami kerjakan di waduk yang membutuhkan lahan 384 hektar ini, sekitar 203 milyar rupiah” ujarnya.

Rencananya, kapasitas waduk mencapai 20 juta meter kubik yang dihasilkan dari Kali Kreo, disekitar tempat wisata, Gua Kreo dengan kapasitas 230 meter kubik per detik.

"Waduk ini fungsi serbaguna, untuk Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Pengendalian Banjir secara terpadu bagi Semarang” ungkapnya.