YOI Media Talkshow : Mantan Atlet – Bangkit Untuk Indonesia Juara

Jakarta – Perhelatan SEA Games XXVI akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini, 11 November 2011 – 22 November 2011. Dengan waktu yang semakin dekat, yaitu tinggal 2 hari menjelang SEA Games XXVI, para atlet antusias menyambut perhelatan olahraga ini. Bekal persiapan telah mereka kantongi untuk berlaga dalam kejuaraan bergengsi se-Asia Tenggara ini.

Masa-masa jaya olahraga di Indonesia kian samar di ingatan. Selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun ini, kita mengalami ‘loyo’-nya olahraga di Indonesia. Semenjak Indonesia mengikuti SEA Games untuk pertama kalinya, yaitu tahun 1977, Indonesia sudah sembilan kali menjadi juara umum. Sejarah mencatat, Indonesia menjuarai SEA Games pada tahun 1977, 1979, 1981, 1983, 1987, 1989, 1991, 1993, dan 1997. Setelah tahun 1997 hingga sekarang –terakhir pada tahun 2009-, Indonesia belum ‘mencicipi’ lagi manisnya menduduki posisi pertama.

Para mantan atlet antusias menjelang SEA Games XXVI, dengan dukungan yang mereka berikan terhadap para atlet yang akan berlaga di SEA Games kali ini. Mantan atlet memberikan dukungan moril bagi atlet SEA Games XXVI. Dukungan dari mantan atlet sangat karena mereka adalah panutan atau teladan para atlet. Hal ini dapat memberikan mereka dorongan semangat yang memang sangat dibutuhkan atlet Indonesia saat-saat ini.

Melihat gejala-gejala penghambat olahraga di Indonesia, Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) sadar betul bahwa pembinaan, regenerasi dan pembenahan kehidupan mantan atlet itu sangat besar pengaruhnya. YOI berusaha untuk membantu memajukan olahraga di Indonesia secara bertahap. Sumbangsih yang YOI berikan –baik kecil ataupun besar- diharapkan dapat memajukan olahraga dan membangkitkan antusiasme masyarakat Indonesia.

Sarwendah (Mantan Pebulutangkis Nasional), dalam diskusi olahraga, Rabu 9 November 2011, di Jakarta mengatakan: “sebagai tuan rumah, harusnya Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini untuk jadi juara umum, dan ini perlu dukungan dari seluruh masyarakat, karena dari olahraga, kita bisa memperkenalkan nama Indonesia di dunia Internasional”. “Marilah kita seluruh jajaran pengurus olahraga, seluruh masyarakat, bersama memberikan dukungan penuh untuk para atlet kita yang akan bertanding di Sea Games nanti, supaya atlet mencapai prestasi terbaiknya, untuk Indonesia Juara”

Lebih lanjut Sarwendah mengatakan: “Pengda maupun Pengcab setiap cabang olahraga, lebih memperbanyak pertandingan uji coba ke luar negeri untuk lebih memacu prestasi atlet, karena kita perlu banyak belajar dari negara lain bagaimana manajemen pembinaan atlet yang lebih tepat untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia”.

“Pembinaan atlet selain teknis, non teknis juga sangat perlu bagi atlet, untuk kesiapan mental atlet dalam bertanding maupun dalam memasuki masa pensiunnya, bisa saja Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) menyelenggarakan semacam pendidikan singkat atau training tentang manajemen pengelolaan kekuangan ataupun tentang dunia usaha, agar para artlet tidak terpaku mencari pekerjaan formal setelah pensiunnya, tetapi lebih diarahkan untuk berwiraswasta”, tambah Sarwendah.

Bagaimana jadinya jika para teladan (mantan atlet) ini mengalami nasib yang tidak seberuntung karir olahraganya dulu? Tentunya para atlet akan drop duluan. Atlet merasa khawatir akan masa pensiun mereka. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakfokusan mereka dalam berprestasi.

Di lain pihak, tidak hanya atlet yang khawatir akan masa pensiunnya, para orangtua pun akan berpikiran bahwa menjadi atlet tidak menjamin penghidupan yang lebih baik. Jika hal ini juga terjadi, sulit untuk regenerasi atlet dan lama kelamaan olahraga di Indonesia akan terpuruk.

Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) sadar betul bahwa pembinaan, regenerasi dan pembenahan kehidupan mantan atlet itu sangat besar pengaruhnya. YOI berusaha untuk membantu memajukan olahraga di Indonesia secara bertahap. Sumbangsih yang YOI berikan –baik kecil ataupun besar- diharapkan dapat memajukan olahraga dan membangkitkan antusiasme masyarakat Indonesia.

Hari Setiawan (Mantan Atlet Angkat Besi) di tempat yang sama mengatakan: “Pahlawan olahraga kita yang akan bertanding di Sea Games nanti, harus kita dukung dengan meramaikan setiap pertandingan, dengan ramainya tepuk tangan penonton Indonesia, akan lebih memacu atlet untuk memberikan prestasi terbaiknya demi berkibarnya Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya”.

“Untuk mencapai prestasi terbaiknya, atlet juga harus memiliki rasa nyaman dalam memasuki masa pensiunnya sebagai atlet, karena ini sangat mempengaruhi mental atlet saat bertanding, karena kita sebagai atlet, seringkali memikirkan masa pensiun kita yang masih belum jelas”, tambah Hari.

“Mungkin bisa dipikirkan juga, sebagian uang saku atlet, katakanlah 1%-2%, disisihkan untuk dikelola oleh IANI (Ikatan Atlet Nasional Indonesia) atau lambaga lain untuk pembinaan khusus atlet dalam memasuki masa pensiunnya”. “Dana itu harus dikelola secara transparan, dibuatkan pelatihan wiraswasta ataupun yang sejenisnya, supaya masa pensiun atlet lebih terjamin ekonominya secara mandiri, tidak selalu harus mengandalkan uluran tangan Pemerintah”, jelas Hari

“Program sosial yang dilakukan YOI yang fokus pada bantuan kepada mantan atlet yang hidupnya memprihatinkan, bisa juga ambil bagian dalam program mempersiapkan masa pensiun atlet ini, atau YOI bisa membantu atlet muda berpotensi yang kurang mampu secara ekonomi keluarga”, demikian Hari Setiawan.

Atlet, mantan atlet, pemerintah, yayasan maupun masyarakat Indonesia harus optimis akan kebangkitan olahraga di Indonesia. Semua pihak yang terkait perkembangan olahraga di Indonesia harus saling bahu membahu mendukung atlet kita di Sea Games nanti, untuk Indonesia Juara. (www.untukindonesiajuara.com).